Indonesian Indonesian
Karolus Lwanga

Santo Karolus Lwanga

Charles Lwanga

( Photo : Stained glass - St.Kizito being baptised by St.Charles Lwanga at Munyonyo (Kampala) Uganda )

Karolus Lwanga

St.Kizito being baptised by St.Charles Lwanga at Munyonyo (Kampala) Uganda

Santo Karolus Lwanga

Charles Lwanga




Kekristenan masih merupakan hal baru di Uganda, Afrika, ketika suatu misi Katolik dimulai di sana pada tahun 1879. Para imam yang diutus adalah para imam Misionaris Afrika. Karena jubah mereka yang putih, mereka lebih dikenal dengan sebutan  “Imam-imam Putih”.

Raja Mwanga tidak mengerti apa itu Kristen. Tetapi, ia menjadi amat marah ketika seorang katekis Katolik, Yosef Mkasa, menasehatinya untuk memperbaiki cara hidupnya yang bejat. Raja Mwanga adalah seorang homoseksual dan sering memaksa para pemuda pelayan istana untuk memuaskan birahinya. Murka raja Mwanga berubah menjadi rasa benci dan dendam terhadap Yosef Mkasa dan agamanya. Segelintir pejabat istana yang ambisius mengobarkan murka raja dengan dusta mereka. Raja kemudian memerintahkan untuk membunuh sekelompok orang Katolik Anglikan beserta Uskup mereka. Yosef Mkasa sendiri dihukum penggal pada tanggal 18 November 1885. Penganiayaan atas semua orang Kristen pun dimulailah. Tercatat seratus orang Katolik Roma terbunuh. Dua puluh dua orang martir di antaranya kelak dinyatakan kudus.  

Dengan wafatnya Yosef Mkasa, Karolus Lwanga menjadi pemimpin guru agama dari para pelayan istana yang beragama Katolik. Pada tanggal 26 Mei 1886, raja mendapati bahwa sebagian dari para pelayannya telah menjadi Katolik. Ia memanggil Denis Sebuggwawo. Ia bertanya apakah Denis mengajarkan agama kepada pelayan-pelayan istana yang lain. Denis menjawab ya. Raja segera menyambar pedangnya lalu menusukkannya dengan keji ke tenggorokan pemuda itu. Kemudian, raja menyerukan bahwa tidak seorang pun diijinkan meninggalkan istana. Genderang perang ditabuh sepanjang malam.

Dalam suatu ruangan tersembunyi, Karolus Lwanga secara sembunyi-sembunyi membaptis empat pelayan istana. Seorang di antaranya adalah St. Kizito, seorang remaja periang serta murah hati yang baru berumur tiga belas tahun. Dialah yang paling muda dalam kelompok mereka. St. Karolus Lwanga telah seringkali menyelamatkan Kizito dari nafsu jahat raja.

Santo Karolus Lwanga bersama sebagian besar dari 22 martir Uganda dibunuh pada tanggal 3 Juni 1886. Mereka dipaksa berjalan tiga puluh tujuh mil jauhnya (± 60 km) ke tempat pelaksanaan hukuman mati. Setelah beberapa hari dipenjara, mereka dilemparkan ke dalam kobaran api. Tujuh belas dari para martir tersebut adalah para pelayan istana. Salah seorang yang wafat dihari naas tersebut adalah Santo Mbaga Tuzinde. Ayahnya sendiri yang bertugas sebagai algojo pada hari itu. Ia dipukuli dahulu sampai mati lalu tubuhnya dibakar bersama dengan Karolus Lwanga dan yang lainnya.

Para Martir ini dibeatifikasi oleh Paus Benediktus XV pada tanggal 6 Juni 1920 dan dikanonisasi oleh Paus Paus Paulus VI pada 18 Oktober 1964.

Lihat ==> Para Martir Uganda


  • Hits
    4411
  • Diterbitkan
    27 August 2013
  • Diperbaharui
    28 October 2019
  • Referensi
  • Tags
    Afrika - Martir - Uganda

  • Arti nama

    Carolus : "Gagah Perkasa", "Jantan"

    Variasi Nama

    Charles (English), Carles (Catalan), Karlo (Croatian), Karel (Czech), Carl, Karl (Danish), Karel (Dutch), Carl, Carol, Charles, Karl, Charley, Charlie, Chas, Chaz, Chip, Chuck (English), Kaarle, Kaarlo, Karl, Kalle (Finnish), Charles, Charlot (French), Carl, Karl (German), Kale (Hawaiian), Károly, Karcsi (Hungarian), Séarlas (Irish), Carlo (Italian), Sjarel (Limburgish), Karolis (Lithuanian), Carl, Karl (Norwegian), Karol (Polish), Carlos, Carlinhos, Carlito, Carlitos (Portuguese), Carol (Romanian), Karol (Slovak), Karel, Karol (Slovene), Carlos, Carlito, Carlitos (Spanish), Carl, Karl, Kalle (Swedish), Siarl (Welsh)


    BENTUK FEMINIM  : Carolina


    Pilih Topik